Kamis, 08 Desember 2011

Kang Dodong Kodir : Seniman Daur Ulang

Seorang seniman asli Bandung bernama Dodong Kodir telah membuka pemikiran kita tentang sampah daur ulang. Dulu sampah daur ulang hanya bisa diolah menjadi sebuah kerajinan tangan untuk hiasan saja. Tapi di tangan Dodong Kodir, sampah daur ulang ini bisa diolah menjadi berbagai alat musik etnis yang unik.

Kang Dodong dengan Chicken Drum nya
Courtesy : mahanagari.multiply.com
Kang Dodong memetik Alpedo
Courtesy : mahanagari.multiply.com
Semua berawal ketika ia mengajar kelompok karawitan dan tari di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung dan juga seniman karawitan yang memainkan suling. Pada saat itu ia merasa bosan dengan alat musik Sunda yang itu-itu saja dan nada yang dimainkannya pun monoton. Sehingga ia berinisiatif untuk membuat sebuah alat musik yang berbeda dari yang lain.

Karya pertamanya adalah berupa suling bambu besar yang terbuat dari bambu rusak yang menghasilkan bunyi yang berbeda dari suling pada umumnya.

Telah banyak alat musik unik yang dibuat oleh Kang Dodong, seperti Alpedo (Alat Petik Buatan Dodong), Bellkuadalima, Chicken Drum,

Minggu, 04 Desember 2011

MEATLESS DAY ! ! ! !

HARI PENTING BAGI BUMI ! !
Hari apakah itu ?
Mungkin masih belum banyak yang tahu tentang 25 november. tanggal tersebut bukan hari ulang tahun bukan hari kemerdekaan, serta bukan pula hari raya sebuah agama. Hari ini bertepatan tentang kelangsungan hidup dibumi ini, hal sepele yang menentukan kehidupan dunia apakah semakin panas atau berubah sedikit menjadi normal. Hari ini adalah meatless day atau hari tanpa daging sedunia.
Setiap tahun pada tanggal 25 November, jutaan orang di seluruh dunia memberikan komitmennya untuk tidak memakan daging, ikan , dan unggas. Tahun 2008 yang lalu, 100 juta orang di seluruh dunia berkomitmen untuk tidak makan daging selama satu hari penuh pada hari tanpa Daging tersebut.
Satu hari tanpa makan daging merupakan awal yang baik untuk memperoleh keuntungan dari pola hidup tanpa makan daging, seperti mengurangi resiko terkena penyakit jantung, kanker, kolestrol tinggi, dll serta dapat membantu pelestarian lingkungan SOLUSI PENCEGAHAN GLOBAL WARMING.
Marianne Thieme, Member of Dutch Parlament, Chairwoman of Party For The Animals mengatakan : Bila

Rabu, 05 Oktober 2011

LOST

LOST

i lost the sound of wind when they always call my name to play
i lost my friends, forrest
i lost your face in the cloud, they ussually draw your face for me . .
please, listen !
thy screamin' out, they are waiting for you to look at them
i lost, you lost
we are lost everything
we are lost in this life
we are nothing without them
Lost   . . .

Sabtu, 06 Agustus 2011

BALI; APEC DAN AGRARIA*

Oleh: I Wayan Gendo Suardana**
Tanah adalah karunia Tuhan Yang Maha Esa bagi rakyat, bangsa dan Negara Indonesia, yang harus diusahakan, dimanfaatkan, dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artinya tanah secara tegas mempunyai fungsi sosial sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau lebih dikenal dengan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA). Demikian pula dalam hal negara memberikan hak atas tanah atau Hak Pengelolaan kepada Pemegang Hak untuk diusahakan, dipergunakan, dan dimanfaatkan serta dipelihara dengan baik selain untuk kesejahteraan bagi Pemegang Haknya juga harus ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara. Tindakan-tindakan Penelantaran tanah di pedesaan dan perkotaan, selain merupakan tindakan yang tidak bijaksana, tidak ekonomis (hilangnya peluang untuk mewujudnyatakan potensi ekonomi tanah), dan tidak berkeadilan, serta juga merupakan pelanggaran terhadap kewajiban yang harus dijalankan para Pemegang Hak atau pihak yang telah memperoleh dasar penguasaan tanah.
Karenanya Pemegang Hak dilarang menelantarkan tanahnya. Jika Pemegang Hak menelantarkan tanahnya maka Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria telah mengatur akibat hukumnya yaitu hapusnya hak atas tanah yang bersangkutan dan pemutusan hubungan hukum serta ditegaskan sebagai tanah yang dikuasai langsung
oleh negara. Untuk memastikan hal tersebut, pemerintah mengeluarkan peraturan pemerintah yang secara khusus dibuat untuk penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar mulai dari PP 36 th1998 yang selanjutnya diganti dengan PP 11 th 2010. Semangat dari penerbitan peraturan pemerintah adalah melakukan pencegahan dan penertiban terhadap tindakan penelantaran tanah untuk mengurangi atau menghapus dampak negatifnya. Mengingat pencegahan, penertiban, dan pendayagunaan tanah terlantar merupakan langkah dan prasyarat penting untuk menjalankan program-program pembangunan nasional, terutama di bidang agraria yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, serta Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional.

Rabu, 06 Juli 2011

KEBIJAKAN ? ?

Dan saya muak dengan kebijakan-kebijakan serta hukum-hukum yang ada di negara ini.
hukum sepihak, pengadilan "tumpul" bahkan para rampok berdasi pun dilindungi oleh aparat dan pemerintah.
inikah kehidupan ? ?  saya skeptis bisa tetap bertahan hidup dengan kondisi-kondisi seperti ini.
Sepertinya negeri ini telah di setting untuk dihidupi oleh kaum-kaum kapitalis yang kaya raya dengan harta yang melimpah, lihat saja pekerjaan yang resmi disini hanya menjadi pekerja kantoran, pejabat pemerintahan dan lainnya sedangkan kaum miskin usaha dengan berdagang di tertibkan, pengemis pun sama, jadi PSK di razia seolah negeri ini anti dengan kemiskinan.
Satu hal yang saya tak habis pikir, penertiban dan razia itu bagian dari program memberantas kemiskinan. trus kalau mereka tak berdagang dan berusaha mereka bisa jadi kaya dan terjauh dari kemiskinan ? ?
Akhirnya saya menemukan jawaban dari program-program kebijakan pemerintah itu, dan jawabannya adalaaaaahhh "jeng jreeeng" negeri kita ini sedang memberantas orang miskin dan bukan kemiskinan.

Kamis, 16 Juni 2011

ULASAN TENTANG APARAT

Aparat, pasti kata ini sering kita dengar baca ataupun apalah istilahnya saat ini yang pasti kata ini sangat familiar di telinga dan mata kita. Mengapa tidak, mereka adalah simbol dari dan bagi negara. mereka adalah kepanjangan tangan dari negara yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Aparat menurut istilah resmi berarti alat,perkakas,prlengkapan negara atau badan pemerintahan.yang saya bahas kali ini adalah aparat keamanan, karena saya melihat begitu negatifnya citra itu saat kini di sebagian mata masyarakat.
Tapi menurut saya dan maaf jika mengada-ngada, aparat berasal dari 2 kata yaitu A=tidak(yunani), parat=habis,sampai batas(sunda). jadi menurut saya dan saya minta maaf sekali lagi jika ini dianggap mengada-ada Aparat adalah kelengkapan negara yang bertugas mengatur masyarakat agar tidak menghabiskan hak masyarakat karena jika masyarakat menuntut habis hak mereka akan terjadi sesuatu yang negatif.
Daridulu saya bercita-cita menjadi Aparat keamanan khususnya tentara yang terlihat gagah dengan seragamnya,macho dan mengabdikan hidup saya untuk negara. Dan itulah tugas Aparat yang sesungguhnya, mengabdi pada negara, melayani dan mengayomi masyarakat.
tapi tengoklah realita yang terjadi sekarang, cita-cita saya kian luntur dan saya pun skeptis dengan terwujudnya cita-cita saya itu karena biaya masuk yang mahal,penyogokan,tugas tambahan seperti mem-back-ingi koruptor, dan lainnya tapi ada satu hal yang harus dingat bahwa tak semuanya seperti itu karena mungkin itu hanyalah 'oknum'.Masih banyak aparat yang siap menolong dengan ikhlas, baik hati rajin menabung dan gemar menghitung, he he. . .
Ingat, tak semua aparat keamanan itu negatif, mungkin itu hanyalah oknum saja. Tulisan ini tidak mempunyai tujuan menghasut, mengajak atau what the hell its call now for that. saya menulis ini karena saya sering mendengar tentang aparat yang menyimpang dari fungsinya, saya hanya ingin kita sama-sama membuka mata dan menunjukan masih banyaknya aparat yang berfungsi denagn baik.
Dan intinya, siapapun kalian kalian tak berhak melakukan pukul rata dengan menyamakan sebagian dan kalian men-judge semua nya apalagi saling menghantamkan persepsi. BUKA MATA ! !


* Post oleh: YUSUF SOLIHIN

Sabtu, 23 April 2011

RENUNGAN

PUKULAN TELAK

Saya manusia jalang yang bernama Yusuf Solihin ini meneteska air mata kembali setelah lama tak menangis.
Saat dini hari itu jam 3 pagi, saya dibangunkan oleh nenek saya dan berkata "jang pang mencettankn ene, nyeuri angen euy". saya pun lantas menuruti perintahnya sebelum melakukan sholat tahajjud, setelah beberapa saat ia pun menyuruh saya untuk berhenti dan melakukan sholat dulu. Beliau berjasa besar bagi saya, beliau yang membantu mengurus saya sejak SD bahkan saya pun diajari untuk melakukan sholat tahajjud dan sholat tasbih oleh beliau dan mencontohkannya.